KURIKULUM

KURIKULUM PERGURUAN TINGGI (KPT)
PROGRAM STUDI D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
2016 – 2020
 

 A.IDENTITAS PROGRAM STUDI

Nama PT : Universitas Sebelas Maret
Fakultas : Kedokteran
Pogram Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Status Akreditasi : B (skor 353)
Jenjang Pendidikan : Diploma 4
Gelar Lulusan : Sarjana Sains Terapan

>> VISI <<

Menjadi Program Studi yang menghasilkan sarjana terapan keselamatan dan kesehatan kerja yang memiliki kompetensi unggul di bidang keselamatan dan kesehatan kerja industri yang bereputasi internasional.

 

>> MISI <<

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang efektif guna menghasilkan lulusan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja industri yang unggul, berdaya saing dan mandiri.

  2. Melaksanakan penelitian yang mendukung pendidikan dan proses pembelajaran serta menghasilkan inovasi dan pengembangan dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat industri dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

  4. Memperluas dan meningkatkan jejaring kerjasama dengan institusi dalam negeri dan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi lulusan yang unggul di bidang keselamatan dan kesehatan kerja industri.

>> TUJUAN <<

  1. Menghasilkan pendidikan tinggi Prodi D4 K3 UNS yang berkualitas dalam rangka menghasilkan lulusan unggul dan kompeten di bidang keselamatan dan kesehatan kerja industri.

  2. Dihasilkannya desiminasi hasil penelitian yang mendukung pendidikan dan proses pembelajaran serta menghasilkan inovasi dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

  3. Terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat industri dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

  4. Terjalin kerjasama yang strategis, sinergis dan berkelanjutan dengan para mitra dalam bidang ilmu keselamatan dan kesehatan kerja.

B.LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PROGRAM STUDI

Adapun landasan pengembangan kurikulum Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja antara lain :

  1. Surat Edaran LPPM UNS No. 215/UN27.22/TU/2016 tanggal 26 Maret 2016 tentang Revitalisasi Kurikulum

  2. Surat Tugas Dekan Faklutas Kedokteran UNS No. 10055/UN.27.06/KP/2016 Bulan Juli 2016 tentang Pelaksanaan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Rekonstruksi Revitalisasi Kurikulum pada Program Studi D4 K3

Sejak didirikan tahun 2005 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 2003/D/T/2005 per tanggal 24 Juni 2005 dan beroperasi mulai bulan September 2005, Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah mengalami banyak perkembangan. Pada awalnya Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki nama Program Studi D4 Kesehatan Kerja. Seiring dengan perubahan regulasi, tuntutan masyarakat, ilmu pengetahuan, dan tantangan dunia kerja, maka selanjutnya pada tahun 2012 Program Studi D4 Kesehatan Kerja berubah nama menjadi Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Pada tahun 2009 telah dilakukan akreditasi pertama kali oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan hasil C (skor 279) dan dilakukan reakreditasi kembali pada tahun 2013 dengan hasil B (skor 353). Peningkatan akreditasi dari C menjadi B telah membawa pula perubahan pada kurikulum. Hal ini bertujuan agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan mampu bersaing hingga tingkat global.

Hingga saat ini, perubahan kurikulum program sudah dilakukan sebanyak tiga kali dan KPT ini merupakan evaluasi kurikulum yang keempat. Pada dasarnya perubahan-perubahan kurikulum sebelumnya tidak jauh berbeda dengan KPT ini. Hanya saja kurikulum sebelumnya masih terdapat mata kuliah satu dengan yang lainnya belum terintegrasi, sedangkan pada KPT ini sudah diintegrasikan dan lebih komprehensif.

Perubahan kurikulum lama menjadi KPT dilakukan melalui kegiatan seminar dan lokakarya (semiloka) kurikulum di Hotel Lor In tanggal 29-30 Juli 2016 dengan melibatkan alumni, stakeholder (pemerintah dan swasta), mahasiswa, dan akademisi. Penyusunan KPT ini juga didampingi oleh Unit Pengembangan Kurikulum (UPK) Fakultas Kedokteran dan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS. Pada bulan Oktober 2016 Asosiasi Perguruan Tinggi Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia (APTVK3I) telah menyepakati capaian pembelajaran lulusan pendidikan vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, baik Diploma 3 maupun Diploma 4 dan ditetapkan pada bulan Desember 2016.

C.Rumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

Tahap pertama dalam penyusunan capaian pembelajajaran yaitu dengan menetapkan profil lulusan terlebih dahulu. Profil lulusan adalah gambaran peran atau profesi yang dihasilkan oleh sebuah program studi setelah menempuh pendidikan. Penetapan profil lulusan Sarjana Sains Terapan (SST) K3 dilakukan berdasarkan masukan stakeholder atau pengguna lulusan (pemerintah/swasta) dan tracer study. Profil lulusan juga dirumuskan berdasar hasil kajian mendalam tentang nilai dan norma universitas dan visi yang diwujudkan dalam bentuk visi misi institusi.

Berdasarkan kajian-kajian yang sudah dilakukan ditetapkan profil lulusan D4 K3 FK UNS dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Profil Lulusan dan Deskripsi Profil Lulusan

No Profil Lulusan Deskripsi Profil Lulusan
1 Pengawas K3

Sarjana Sains Terapan K3 yang mampu melakukan pengawasan pelaksanaan norma K3 pada perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah pemerintahan daerah atau pusat

2 Pembimbing Kesehatan Kerja

Sarjana Sains Terapan K3 yang mampu melakukan kegiatan pembimbingan kesehatan kerja dalam persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pada kegiatan upaya kesehatan kerja di rumah sakit dan puskesmas

3 HSE Officer (Petugas K3 di Industri)

 

Sarjana Sains Terapan K3 yang mampu melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan

4 Penguji K3

Sarjana Sains Terapan K3 yang mampu melakukan kegiatan pengujian K3 (pemeriksaan dan pengukuran lingkungan kerja) dan kompetensi K3 (sertifikasi keahlian K3)

Tahap kedua yaitu merumuskan standar kompetensi lulusan yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan, Adapun definisi ketiga rumusan tersebut menurut SN Dikti sebagai berikut :
1.Sikap
Yaitu perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
2.Pengetahuan
Merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
3.Keterampilan
Merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.

    1. Keterampilan umum merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi

    2. Keterampilan khusus merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi.

 

Berikut ini adalah penjelasan secara singkat penentuan rumusan capaian pembelajaran lulusan.

Gambar 1. Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan

Unsur sikap dan keterampilan umum ditetapkan berdasarkan SN Dikti, sedangkan unsur pengetahuan dan keterampilan khusus dirumuskan dan disepakati oleh forum program studi sejenis yaitu Asosiasi Perguruan TInggi Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia (APTVK3I). Adapun CPL yang sudah ditetapkan dapat dilihat pada tabel 2.

 

Tabel 2. Capaian Pembelajaran Lulusan

Sikap Keterampilan Umum

1.Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu  menunjukkan sikap religius;

2.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;

3.Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;

4.Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa;

5.Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;

6.Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;

7.Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernegara;

8.Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

9.Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;

10.Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

11.Menjunjung tinggi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan tata nilai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berwawasan kebangsaan dan kesejahteraan umat manusia

12.Menjunjung nilai utama K3 yang unggul dengan moralitas berbasis integritas, profesionalisme, teamwork dan inovatif.

1.Menerapkan pemikian logis, kritis,dan inovatif dalam malakukan jenis pekerjaan spesifik, di bidang keahliannya, dengan mutu dan kuantitas yang dapat diukur dengan standar kompetensi kerja yang diberlakukan.

2.Mengkaji kasus penerapan ilmu pengetahuan,teknologi atau seni sesuai dengan bidang keahliannya untuk menghasilkan prototype, prosedur baku, desain atau karya seni serta menyusun hasil kajiannya dalam bentuk kertas kerja, spesifikasi desain atau esai seni.

3.Mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur baku, spesifikasi desain serta persyaratan keselamatan dan keamanan kerja dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

4.Mengelola pembelajaran secara mandiri.

5.Mengembangkan dan memelihara jaringan kerjasama dan hasil kerjasama di dalam maupun di luar lembaganya.

Pengetahuan Keterampilan Khusus

1.Menguasai konsep teoritis manajemen risiko K3 dan aplikasinya pada sistem kerja secara mendalam;

2.Menguasai konsep teori aplikasi manajemen rekayasa sistem secara mendalam;

3.Menguasai konsep teoritis sains, aplikasi matematika rekayasa secara umum;

4.Menguasai prinsip dan teknik perancangan proses, produk dan sistem manajemen K3 pada tataran praktikal;

5.Menguasai prinsip dan operasional kerja dalam pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja;

6.Menguasai pengetahuan tentang codes dan standard yang berlaku untuk penyelesaian masalah di tempat kerja;

7.Menguasai prinsip dan issue terkini dalam bidang K3,  sosial, ekonomi dan budaya;

8.Menguasai prinsip dan teknik komunikasi efektif dalam pencegahaan kecelakaan dan penyakit akibat kerja;

9.Menguasai perkembangan sains dan teknologi bidang K3 termutakhir;

 

1.Mampu mengenal (recognition), evaluasi, dan kontrol bahaya keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.

2.Mampu melakukan program pencegahan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja (PDCA).

3.Mampu melakukan kegiatan inspeksi dan observasi di tempat kerja.

4.Mampu melakukan kegiatan investigasi kecelakaan kerja pada suatu kasus kecelakaan kerja.

5.Mampu melakukan aplikasi ergonomi dalam K3. (pengukuran dan penilaian antropometri,  pengukuran dan penilaian risiko keluhan muskuloskeletal (subjektif), pengukuran dan penilaian kelelahan kerja, pengukuran manual handling)

6.Mampu menerapkan house keeping(5R)

7.Mampu melaksanakan kegiatan audit internal sistem manajemen K3 di tempat kerja.

8.Mampu menerapkan regulasi K3 di berbagai sektor tempat kerja dan menganalisis penerapan K3 yang sudah dilakukan berdasarkan regulasi K3.

9.Mampu menerapkan budaya K3 di tempat kerja.

10.Mampu melaksanakan riset K3 di tempat kerja.

11.Mampu memiliki ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan wirausaha.

12.Mampu melakukan pengelolaan lingkungan di tempat kerja.

13.Mampu melaksanakan sistem dokumentasi (document control).